MEDAN – Banjir, jalan rusak, drainase tersumbat, minim penerangan, bansos hingga persoalan air bersih masih menjadi pekerjaan rumah yang dikeluhkan masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) 4 Kota Medan.
Beragam keluhan tersebut disampaikan warga Kecamatan Medan Amplas, Medan Area, Medan Denai dan Medan Kota saat anggota DPRD Medan melaksanakan Reses VI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025-2026.
Aspirasi masyarakat itu disampaikan anggota DPRD Medan dari Dapil 4, Agus Setiawan, SE, dalam laporan hasil reses pada Rapat Paripurna DPRD Medan, Senin (31/8/2026).
Selain Agus Setiawan, anggota DPRD Medan dari Dapil 4 terdiri dari Afif Abdillah, Edi Saputra dan Fauzi.
Agus mengungkapkan, persoalan infrastruktur menjadi salah satu aspirasi paling dominan. Warga meminta pengaspalan Jalan Wahidin dan Jalan Paitan, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area, karena kondisi jalan rusak dan berlubang hingga menyebabkan sejumlah pengendara sepeda motor terjatuh.
Keluhan serupa disampaikan warga Jalan Seksama, Komplek Pemda Blok D, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. Jalan tersebut sudah lama tidak mendapat pengaspalan sehingga becek dan tergenang ketika hujan.
Warga Kelurahan Sei Rengas I, Kecamatan Medan Kota, juga mengusulkan perbaikan jalan di wilayah mereka.
Tak hanya jalan, persoalan drainase juga menjadi sorotan. Warga Jalan Seksama Komplek Pemda Blok E mengeluhkan kondisi parit sulang-saling yang dangkal, menyempit dan dipenuhi sampah. Kondisi tersebut membuat saluran air tidak mampu menampung debit air saat hujan sehingga kerap terjadi banjir.
Warga Jalan Sampali, Kelurahan Pandau Hulu II, juga meminta perbaikan gorong-gorong yang tersumbat sampah.
Sementara warga Jalan M. Nawi Harahap, Kelurahan Binjai, meminta pelebaran, pengerukan dan pembersihan parit besar guna meningkatkan kapasitas saluran air dan mengurangi risiko banjir.
“Warga Jalan Perguruan Tinggi Swadaya juga meminta pembongkaran dan pembangunan kembali drainase yang tersumbat,” kata Agus.
Banjir Dua Tahun Menghantui Warga
Persoalan banjir bahkan menjadi keluhan serius warga Jalan Garu II, Medan Amplas. Menurut Agus, masyarakat mengaku sudah dua tahun menghadapi banjir yang cukup parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan ketika banjir terjadi, tetapi juga melakukan langkah pencegahan agar persoalan tersebut tidak terus berulang.
Akses pendidikan juga menjadi perhatian. Warga Jalan Jermal XI Gang Saudara meminta perbaikan akses menuju SD Negeri 78. Jalan dari bagian tengah gang hingga menuju sekolah disebut rusak dan becek saat hujan sehingga menyulitkan anak-anak berangkat ke sekolah.
LPJU hingga Bansos Ikut Disorot
Persoalan penerangan jalan umum (LPJU) juga masuk dalam daftar aspirasi. Warga Jalan Sampali meminta pemasangan LPJU di Jalan Harimau simpang Jalan Sampali. Sementara LPJU di Jalan Wahidin diminta diperbaiki karena kondisi jalan gelap.
Di sektor sosial, warga Jalan Seksama Gang Ikhlas meminta pemerintah melakukan verifikasi dan pendataan ulang penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Mereka menilai masih terdapat warga kurang mampu yang belum pernah menerima bansos.
Warga Jalan M. Nawi Harahap juga meminta penyaluran bantuan sosial dilakukan secara lebih adil, transparan dan tepat sasaran agar tidak terjadi ketimpangan di tengah masyarakat.
Sementara persoalan air bersih turut menjadi sorotan. Warga Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, mempertanyakan kelanjutan program sambungan air bersih gratis dari PDAM Tirtanadi yang disebut telah dijanjikan beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum terealisasi.
Harga Sembako dan UMKM Jadi Keluhan
Aspirasi warga juga menyentuh persoalan ekonomi. Warga Jalan Garu I Gang Kedondong, Medan Kota, meminta pemerintah mengambil langkah efektif untuk menekan dan menstabilkan harga sembako yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Warga Jalan Sisingamangaraja Km 10 Komplek Oma Deli, Medan Amplas, meminta pemerintah mengawasi dampak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama agar tidak memicu kenaikan harga maupun mengurangi ketersediaan bahan pangan di pasar.
Sementara warga Jalan Bromo Lorong Sukri, Medan Area, meminta pemerintah menyediakan bantuan modal bagi pelaku UMKM. Bantuan diharapkan diberikan secara tepat sasaran dan disertai pendampingan agar usaha masyarakat dapat berkembang.
Di bidang keamanan, warga Jalan Jermal XI, Medan Denai, mengeluhkan meningkatnya keresahan akibat kasus pencurian dan tindak kriminal lainnya.
Warga meminta pemerintah meningkatkan keamanan lingkungan, salah satunya dengan mengaktifkan kembali poskamling dan ronda malam.
Agus menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat tersebut akan menjadi bahan masukan bagi DPRD Medan untuk ditindaklanjuti Pemko Medan.
“Demikian laporan reses ini disampaikan sebagai bahan masukan bagi dewan untuk ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Hasil dari forum ini selanjutnya akan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran DPRD melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah,” ujar Agus. (VIN)












