MEDAN : Pengisian awal air (initial impounding) Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, yang dimulai pada Kamis (17/9/2026), disambut positif Anggota DPRD Kota Medan, Syaiful Ramadhan.
Namun, di balik dimulainya pengisian bendungan tersebut, Syaiful mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera menyiapkan program pengendalian banjir yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Menurut politisi PKS itu, Bendungan Lau Simeme diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap upaya mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam masyarakat Kota Medan, terutama saat hujan berintensitas tinggi.
“Ini harus kita sambut baik. Bendungan Lau Simeme diharapkan memberikan dampak positif terhadap pengendalian banjir, terutama bagi wilayah Kota Medan dan sekitarnya,” kata Syaiful kepada wartawan di Medan, Minggu (20/9/2026).
Syaiful menyebutkan, pengisian awal bendungan menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem pengendalian banjir. Ia menilai, manfaat infrastruktur tersebut perlu didukung dengan kesiapan berbagai sarana pendukung di wilayah Kota Medan.
Evaluasi tersebut dinilai penting agar pembangunan dan pengelolaan infrastruktur pengendalian banjir dapat dilakukan secara terarah, terukur, serta menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
“Program pengendalian banjir harus segera dibuat secara jelas, terukur dan berkelanjutan. Kita ingin keberadaan Bendungan Lau Simeme benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” pungkas Syaiful.
Dengan dimulainya initial impounding, Syaiful berharap Pemko Medan segera mengambil langkah konkret untuk memperkuat strategi pengendalian banjir, sehingga manfaat Bendungan Lau Simeme dapat dioptimalkan bagi masyarakat Kota Medan dan sekitarnya. (VIN)












