MEDAN : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas serta puluhan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar program “Sapa Warga” di kawasan Kecamatan Medan Denai, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang digagas untuk menyambut HUT ke-81 RI ini dimanfaatkan oleh ratusan warga setempat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan krusial di lingkungan mereka, mulai dari masalah banjir menahun, infrastruktur yang semrawut, hingga keresahan warga terkait maraknya peredaran narkoba.
Aspirasi warga didominasi oleh keluhan terkait infrastruktur dan penanganan banjir. Warga bernama Dianto dan Abdul Rajin (warga Jl. Bromo) mendesak penanganan banjir dan perbaikan sistem drainase di kawasan Denai. Keluhan serupa disampaikan Eko yang meminta Pemko Medan mengkaji ulang drainase yang diduga terdampak aliran air dari jalan tol, serta Sariyani yang menyebut warga terpaksa meninggikan rumah akibat banjir rutin.
Selain banjir, penataan lingkungan dan fasilitas umum juga menjadi sorotan tajam. Warga mengeluhkan kabel listrik dan WiFi yang bergelantungan bebas, kemacetan parah di Simpang Swadaya pada pagi hari, minimnya penerangan jalan akibat pohon besar di Jl. Cangkuk 4, hingga hilangnya tiang dan lampu jalan di area tanah wakaf Menteng 7. Ada pula permintaan pembangunan TPS sampah dari Khairul Bairiyah Nst dan permohonan perluasan akses air bersih PDAM Tirtanadi.
Dari sisi sosial dan keamanan, laporan mengejutkan datang dari Megawati Harahap, warga Jermal 12, yang meminta aparat bertindak tegas terhadap maraknya penggunaan narkoba di kawasan Jalan Jermal 15. Sementara itu, warga juga meminta agar pelayanan administrasi seperti pengurusan KTP tidak hanya terpusat di kantor Dukcapil agar lebih mudah dijangkau.
Untuk memastikan seluruh keluhan ini dicatat dan ditindaklanjuti secara teknis, Wali Kota Medan dalam dokumen kegiatannya tampak membawa jajaran lengkap. Turut hadir mendampingi antara lain Asisten Ekbang, Inspektorat, Dinas SDABMBK (terkait jalan/drainase), Dishub (terkait kemacetan), Dinas Sosial, DLH (terkait sampah), Dinas Perkim (PKP2R), Capil, Kesehatan, Satpol PP, hingga jajaran terkait lainnya.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Wali Kota Medan memastikan bahwa seluruh keluhan telah dicatat oleh dinas terkait untuk dicarikan solusi secepatnya.
Dalam pesan penutupnya, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintahannya dan menghimbau seluruh masyarakat untuk memasang bendera merah putih. “Selesainya acara Sapa Warga ini bukan berarti Pemko Medan berhenti dan menghiraukan keluhan warga. Kami tetap membuka pintu masukan seluas-luasnya dan ibu-ibu jangan lupa memasang bendera merah putih,” tegasnya. (Dwi)












