Ragam

Hampir 2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri, Sandiaga Uno Dorong Medical Tourism Jadi Mesin Ekonomi Baru

×

Hampir 2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri, Sandiaga Uno Dorong Medical Tourism Jadi Mesin Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Fenomena hampir 2 juta warga negara Indonesia (WNI) yang memilih berobat ke luar negeri setiap tahun dinilai tidak hanya menjadi tantangan bagi sistem kesehatan nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan medical tourism atau wisata medis.

Ketua Umum Indonesia Health Tourism Society (IHTS), Sandiaga Salahuddin Uno, menilai wisata medis harus dikembangkan sebagai ekosistem ekonomi yang melibatkan layanan kesehatan, teknologi, perhotelan, hingga sektor bisnis kreatif.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi Sandi Connect #11 yang digelar OK OCE Indonesia bersama Apollo Hospitals Hub Indonesia, sebagaimana keterangan pers tertulis yang diterima pada Rabu (16/9/2026).

“Medical tourism bukan sekadar perjalanan orang sakit, tetapi sebuah ekosistem ekonomi luas yang melibatkan teknologi, hospitality, hingga peluang bisnis kreatif bagi bangsa kita,” ujar Sandiaga.

Menurut Sandiaga, keputusan pasien Indonesia untuk menjalani pengobatan di luar negeri tidak semata-mata didasarkan pada faktor biaya. Kebutuhan terhadap dokter spesialis, layanan second opinion, teknologi medis canggih, pengalaman rumah sakit, serta pelayanan yang terintegrasi turut menjadi pertimbangan.

Ia menegaskan, kondisi tersebut perlu dilihat sebagai peluang untuk membangun dan memperkuat industri wisata medis di Indonesia melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan dan kerja sama internasional.

Apollo Hospitals Fasilitasi Pasien hingga India

Direktur Apollo Hospitals Hub Indonesia, Ribkah Darmawanti, menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan pendampingan bagi pasien sejak tahap pengiriman rekam medis hingga proses konsultasi dengan dokter spesialis.

Layanan tersebut mencakup konsultasi medis, second opinion, pendampingan pengurusan medical visa, hingga persiapan keberangkatan pasien ke India.

Apollo Hospitals India juga menawarkan sejumlah layanan medis unggulan, di antaranya transplantasi organ, operasi robotik, Proton Therapy, CyberKnife Radiosurgery, ZAP-X untuk tumor otak, Digital PET CT, serta teknologi MRI dan CT.

Beragam fasilitas tersebut menjadi bagian dari layanan kesehatan yang ditawarkan untuk menangani kebutuhan pasien dengan kondisi medis tertentu.

Kolaborasi Indonesia–India Berpotensi Diperluas

Sandiaga menyebut kolaborasi Indonesia dan India di bidang kesehatan perlu dikembangkan lebih luas. Kerja sama tersebut, menurutnya, tidak harus terbatas pada rujukan pasien ke luar negeri, tetapi juga dapat mencakup transfer teknologi, peningkatan kompetensi tenaga medis, edukasi, dan penguatan ekosistem kesehatan nasional.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan wisata medis diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan mutu pelayanan kesehatan serta terbukanya peluang ekonomi di berbagai sektor pendukung.

Bagi Kota Medan dan Sumatera Utara, pengembangan medical tourism dinilai memiliki potensi strategis. Letak geografis yang dekat dengan sejumlah negara tujuan wisata medis dan pertumbuhan layanan kesehatan regional menjadi faktor yang dapat mendukung pengembangan sektor tersebut.

Diskusi Sandi Connect #11 pun menjadi ruang untuk mendorong kolaborasi lintas negara dalam bidang kesehatan. Selain meningkatkan akses dan kualitas pelayanan medis, pengembangan wisata medis juga berpotensi membuka peluang pertumbuhan ekonomi melalui sektor teknologi, hospitality, dan industri pendukung lainnya. (VIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *