Medan

BRT Mebidang Jalan Terus, Pemko Medan Pastikan APBD Tak Terbebani

×

BRT Mebidang Jalan Terus, Pemko Medan Pastikan APBD Tak Terbebani

Sebarkan artikel ini

MEDAN :  Pemerintah Kota Medan memastikan proyek pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) yang merupakan program pemerintah pusat akan terus berjalan dengan memprioritaskan fungsi utama bagi masyarakat. Meski demikian, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pihaknya tengah mengevaluasi dan mengonsultasikan skema pembiayaan proyek ini dengan Kementerian Perhubungan agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan.

​Rico Waas menekankan bahwa fokus utama dari proyek transportasi ini adalah peningkatan kualitas fasilitas publik. “Yang terpenting adalah pembangunan ini fungsinya kan untuk masyarakat. Bagaimana transportasi ini akan lebih baik lagi nanti ke depannya. Ini memang bagian dari proyek pemerintah pusat yang ditujukan untuk Kota Medan dan juga Bandung. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Rico Waas, Selasa (1/9/2026).

​Namun, isu pendanaan menjadi sorotan utama. Menanggapi adanya perhitungan terkait penambahan beban sebesar Rp500 miliar dari proyek BRT yang dinilai Komisi IV DPRD dapat memberatkan APBD Kota Medan, Wali Kota menyatakan bahwa skema keuangan tersebut masih dalam tahap perencanaan dan konsultasi lebih lanjut.

​Pihaknya berupaya agar pendanaan terbesar dapat ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

​”Nanti kita akan coba berkonsultasi dengan Kementerian Perhubungan, bagaimana skema dalam pembiayaan tersebut agar beban APBD-nya tetap sehat. Karena kita yg masih membutuhkan pembangunan lainnya, mulai dari infrastruktur jalan hingga penyelesaian permasalahan-permasalahan kota lainnya,” jelasnya.

Rico Waas menambahkan bahwa APBD Kota Medan membutuhkan alokasi yang proporsional dan efisien, sehingga rincian rancangan anggaran untuk proyek BRT ini harus diteliti dengan sangat baik agar dapat dipertanggungjawabkan.

​”Ini masih kami konsultasikan terus dengan kementerian tentang bagaimana skema-skema berikutnya. Ini masih dalam tahap kita merancang yang terbaik untuk Kota Medan. Harapan kami proyek ini bisa berjalan dengan baik, tapi APBD juga tidak terdepresiasi ataupun tidak terbebani,” pungkasnya.

​Proyek BRT diharapkan dapat menjadi solusi kemacetan dan perbaikan sistem transportasi massal di Kota Medan, dengan target penyelesaian yang tetap mengutamakan stabilitas keuangan daerah. (Dwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *