JAKARTA – Kabupaten Deli Serdang berhasil menembus tiga besar nasional Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas.
Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan memaparkan langsung sejumlah inovasi dan capaian pembangunan daerah di hadapan tim penilai PPD di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Dalam pemaparannya, Asri menegaskan pembangunan Deli Serdang tidak hanya berorientasi pada program, tetapi harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Yang kami bangun bukan hanya program, tetapi bagaimana program itu memberikan dampak. Perencanaan harus selaras, pelaksanaannya terintegrasi dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Asri.
Sejumlah inovasi menjadi andalan Deli Serdang. Di bidang sumber daya manusia, Pemkab mengembangkan DEMI PEMULA SEPEDA BAGUS dan PAS SEHAT.
DEMI PEMULA SEPEDA BAGUS menghadirkan layanan pendidikan inklusif bagi kelompok rentan dan anak berkebutuhan khusus (ABK), mulai pendidikan, kesehatan, terapi hingga perlindungan sosial.
Program tersebut telah melayani 617 ABK melalui PKBM dan Sentra ABK di Kecamatan Pagar Merbau.
Sementara di sektor kesehatan, PAS SEHAT mengintegrasikan berbagai layanan, termasuk akses kesehatan bagi masyarakat rentan, administrasi berbasis biometrik, penemuan aktif kasus tuberkulosis, deteksi dini kanker hingga layanan kegawatdaruratan.
Upaya tersebut sejalan dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Deli Serdang yang naik dari 77,56 pada 2024 menjadi 78,29 pada 2025.
Dari sektor ekonomi, Pemkab mengandalkan KAWAN UMKM dan Café SOBATKU. Program tersebut mendorong legalitas usaha, akses pembiayaan, penataan kawasan usaha hingga digitalisasi pembayaran melalui QRIS.
Hasilnya, omzet UMKM disebut meningkat rata-rata hingga 93,04 persen.
Sementara untuk menekan kemiskinan, Pemkab Deli Serdang menjalankan SIBARULAH (Sinergi Bantuan Rumah Layak Huni). Program ini menyasar pemenuhan 14.023 unit rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
SIBARULAH juga dilengkapi program bedah rumah bagi keluarga berisiko stunting serta dukungan pembebasan retribusi PBG dan BPHTB.
Berbagai program tersebut turut mendorong perbaikan indikator makro pembangunan. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Deli Serdang mencapai 4,55 persen, PDRB per kapita Rp78,08 juta, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 7,69 persen dan kemiskinan turun menjadi 3,11 persen.
Asri mengatakan, masuknya Deli Serdang dalam tiga besar PPD 2026 menjadi tantangan untuk terus memastikan setiap kebijakan pembangunan memberikan hasil yang terukur.
“Pada akhirnya, pembangunan harus membawa perubahan. Ketika kemiskinan turun, pengangguran turun, IPM meningkat dan ekonomi tumbuh, di situlah kita melihat pembangunan memberikan dampak,” tegasnya.
Presentasi di Bappenas turut dihadiri Sekretaris Daerah Deli Serdang Dedi Maswardy, Ketua TP PKK Jelita Asri Ludin Tambunan, Kepala Bappedalitbang Yetti Sembiring, Inspektur Edwin Nasution serta jajaran pimpinan perangkat daerah lainnya. (VIN )












