Medan

Semarak HUT RI ke-81, Camat Medan Sunggal Gelar Lomba Layang-Layang

×

Semarak HUT RI ke-81, Camat Medan Sunggal Gelar Lomba Layang-Layang

Sebarkan artikel ini

MEDAN : Kecamatan Medan Sunggal turut ambil bagian dalam menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 dengan menggelar berbagai perlombaan unik. Menariknya, perayaan meriah yang digelar sejak awal pekan ini sama sekali tidak membebani anggaran daerah, melainkan murni dari hasil gotong royong dan swadaya jajaran kelurahan.

Camat Medan Sunggal, Irfan Afdhilla, menjelaskan bahwa terselenggaranya seluruh rangkaian acara ini merupakan wujud tindak lanjut dari instruksi pimpinan daerah, sekaligus bukti kekompakan aparatur kecamatan.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota Medan dalam menyambut HUT RI ke-81, kami di tingkat kecamatan turut menghadirkan kemeriahan. Perlu diketahui, lomba-lomba ini anggarannya merupakan hasil swadaya murni dari lurah-lurah se-Kecamatan Medan Sunggal,” ungkap Irfan Afdhilla, Sabtu (15/8/2026).

Irfan memaparkan, rangkaian semarak kemerdekaan telah dimulai dengan Turnamen Mini Soccer antar kelurahan se-Kecamatan Medan Sunggal pada Selasa (11/8/2026) lalu, yang berlangsung pukul 14.00 WIB di Achilles Sport Arena, Jalan Sunggal, Kelurahan Tanjung Rejo.

Keseruan semakin memuncak pada Jumat (14/8/2026) saat halaman Kantor Camat Medan Sunggal disulap menjadi arena perlombaan tradisional. Aparatur dan masyarakat berbaur dalam lomba makan kerupuk, estafet tepung, tarik tambang, hingga lomba yang mengundang gelak tawa yakni main bola pakai terong.

Tidak berhenti di situ, Irfan juga menyoroti satu perlombaan yang menjadi daya tarik utama karena dinilai membawa nilai nostalgia.

“Selain lomba tradisional biasa, kita juga adakan kegiatan lomba layang-layang. Kami pilih ini karena sangat unik dan sudah jarang sekali ada wilayah yang melakukan perlombaan layang-layang saat ini,” tambah Irfan.

Kemeriahan perayaan HUT RI ke-81 di Medan Sunggal ini menjadi contoh inspiratif. Melalui dana swadaya dan semangat kebersamaan dari para lurah, masyarakat dan aparatur pemerintah dapat bersinergi merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan tanpa harus bergantung pada anggaran besar, sekaligus melestarikan kembali permainan tradisional yang mulai langka. (Dwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *