MEDAN : Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, lakukan peninjauan langsung terhadap progres program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Jl. Bunga Sakura Lingkungan 1, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, pada Rabu (05/08/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Pemko Medan ini bertujuan untuk memastikan secara langsung kualitas bangunan yang dikerjakan agar benar-benar layak dihuni oleh masyarakat.
Dalam kunjungannya, Rico Waas mengecek tiga unit RTLH yang baru saja selesai dan sedang dalam tahap akhir pembangunan. Ia menegaskan bahwa kualitas bangunan merupakan perhatian utamanya (concern).
“Hari ini kita mengecek tiga RTLH yang telah dibangunkan kembali untuk melihat kualitas bangunan. Itu yang menjadi salah satu concern saya. Ada catatan sedikit, mungkin yang belum dicat atau yang pengecatannya belum sempurna, ini harus dibenahi lagi agar rapi dan bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” ujar Rico di sela-sela peninjauannya.
Wali Kota menjelaskan bahwa kondisi awal rumah warga yang dibedah sebelumnya sangat memprihatinkan, mayoritas hanya berupa rumah kayu atau tepas. Waktu pengerjaan untuk setiap rumah memakan waktu sekitar 45 hari.
Untuk tahun 2026, Pemko Medan menargetkan membedah sebanyak 213 unit RTLH yang tersebar di seluruh kecamatan. Program ini, kata Rico, murni menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan dengan pagu anggaran Rp120 juta per unit.
Terkait fluktuasi harga material saat ini, Rico optimistis anggaran tersebut tetap mencukupi. “Bisa disesuaikan, saya rasa masih bisa dan cukup. Yang paling penting bisa dimanfaatkan masyarakatnya layak, dan hidupnya semakin berkualitas. Jadi sehat di dalam rumahnya, anak-anak bisa belajar dan tidur dengan tenang,” tegas Rico.
Program RTLH ini sendiri merupakan hasil usulan dan musyawarah dari tingkat kelurahan yang kemudian direalisasikan oleh Pemko Medan.
Program bedah rumah ini membawa kebahagiaan tak terhingga bagi para penerima manfaat. Salah satunya adalah Ibu Ja’ifa, warga yang rumahnya ikut dibedah. Ia mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari Pemko Medan.
Dengan suara bergetar menahan haru, Ibu Ja’ifa menceritakan penderitaannya selama puluhan tahun tinggal di rumah yang tidak layak. Rumah warisan peninggalan orang tuanya yang sudah berusia sekitar 60 tahun itu sebelumnya selalu menjadi sumber kecemasan setiap kali cuaca buruk melanda.
“Kami mengucapkan terima kasih ya, Pak Wali. Selama ada di rumah (baru) ini, rasanya enak sekali. Dulu kalau hujan atau angin kencang kami selalu ketakutan. Kalau hujan bocor semua atap dan dindingnya, kami sibuk cari baskom,” ungkap Ibu Ja’ifa kepada wartawan.
Ibu Ja’ifa menuturkan, kondisi atap dan dinding rumah yang bocor itu sudah dialaminya selama lebih dari 20 tahun. Keterbatasan ekonomi membuatnya hanya mampu menambal sulam seng yang rusak seadanya.
“Dindingnya bocor, ditutupi pakai seng. Kalau ada uang beli satu keping seng, lalu bayar upah tukang untuk menggantinya. Itu sudah lebih dari 20 tahun kami rasakan. Sekarang alhamdulillah sudah enak,” tutupnya penuh syukur.
Melalui program ini, Pemko Medan berharap dapat terus meningkatkan taraf hidup dan kesehatan masyarakat dengan menghadirkan hunian yang layak, aman, dan nyaman. (Dwi)












