Medan

Kualitas Udara Tidak Sehat Selimuti Kota Medan, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

×

Kualitas Udara Tidak Sehat Selimuti Kota Medan, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Sebarkan artikel ini

MEDAN : Kualitas udara di Kota Medan masuk kategori tidak sehat. Berdasarkan laporan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (14/10) pukul 10.00 WIB, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Kota Medan mencapai 116,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut telah melampaui nilai ambang batas 55 µg/m³ yang tercantum dalam Lampiran VII Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat karena paparan partikulat halus dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama sistem pernapasan. Sejumlah wilayah di Sumatera Utara juga dilaporkan mengalami kualitas udara kategori sedang hingga tidak sehat, disertai kabut asap di beberapa daerah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Surya Syahputra Pulungan, diharapkan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.

“Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kondisi udara terlihat berasap atau kualitasnya memburuk. Apabila harus beraktivitas di luar rumah, warga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel halus.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau penyakit penyerta lainnya, perlu mendapatkan perhatian khusus. Mereka disarankan membatasi kegiatan di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.

Selain itu, masyarakat diminta terus memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal informasi resmi BMKG. Menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan memenuhi kebutuhan cairan juga penting untuk mendukung kesehatan tubuh.

Warga yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, mata perih, atau gejala lain yang memburuk setelah terpapar udara berpolusi disarankan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

“Kewaspadaan juga diperlukan saat berkendara karena kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Masyarakat turut diimbau tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara terbuka. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi sumber pencemaran udara dan menjaga lingkungan tetap sehat.

Pemerintah mengharapkan partisipasi masyarakat dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan serta mengikuti perkembangan informasi kualitas udara guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan.

Melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Syerivia Faradila laporan ISPA/Pneumonia bulan September 2026 Pneumonia= 1.729 ISPA. = 44.089.

1.Balita Pneumonia = 369 ISPA = 8.951

2.Anak Pneumonia= 228 ISPA = 7.330

3.Remaja Pneumonia= 217  ISPA = 7.482

4.Dewasa Pneumonia= 469  ISPA = 14.363

5.Lansia Pneumonia= 446 ISPA = 5.963 (VIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *